People come into your life for a reason, a season or a lifetime. When you know which one it is, you will know what to do for that person. When someone is in your life for a REASON, it is usually to meet a need you have expressed. They have come to assist you through a difficulty, to provide you with guidance and support, to aid you physically, emotionally or spiritually. They may seem like a godsend and they are. They are there for the reason you need them to be. Then, without any wrongdoing on your part or at an inconvenient time, this person will say or do something to bring the relationship to an end. Sometimes they die. Sometimes they walk away. Sometimes they act up and force you to take a stand. What we must realize is that our need has been met, our desire fulfilled, their work is done. The prayer you sent up has been answered and now it is time to move on.
Some people come into your life for a SEASON, because your turn has come to share, grow or learn. They bring you an experience of peace or make you laugh. They may teach you something you have never done. They usually give you an unbelievable amount of joy. Believe it, it is real. But only for a season.!
LIFETIME relationships teach you lifetime lessons, things you must build upon in order to have a solid emotional foundation. Your job is to accept the lesson, love the person and put what you have learned to use in all other relationships and areas of your life. It is said that love is blind but friendship is clairvoyant.
Thank you for being a part of my life, whether you were a reason, a season or a lifetime.
Sunday, October 26, 2008
People Come Into Your Life for a Reason
CoLoUrS of FriendShip
Semua menganggap dirinyalah yang terbaik
yang paling penting
yang paling bermanfaat
yang paling disukai
HIJAU berkata:"Jelas akulah yang terpenting.
Aku adalah pertanda kehidupan dan harapan.
Aku dipilih untuk mewarnai rerumputan, pepohonan dan dedaunan.
Tanpa aku, semua hewan akan mati.
Lihatlah ke pedesaan, aku adalah warna mayoritas ...."
BIRU menginterupsi :
"Kamu hanya berpikir tentang bumi,
pertimbangkanlah langit dan samudra luas.
Airlah yang menjadi dasar kehidupan dan
awan mengambil kekuatan dari kedalaman lautan.
Langit memberikan ruang dan kedamaian dan ketenangan.
Tanpa kedamaian, kamu semua tidak akan menjadi apa-apa"
KUNING cekikikan :
"Kalian semua serius amat sih?
Aku membawa tawa, kesenangan dan kehangatan bagi dunia.
Matahari berwarna kuning, dan bintang-bintang berwarna kuning.
Setiap kali kau melihat bunga matahari, seluruh dunia mulai tersenyum.
Tanpa aku, dunia tidak ada kesenangan."
ORANYE menyusul dengan meniupkan trompetnya :
"Aku adalah warna kesehatan dan kekuatan.
Aku jarang, tetapi aku berharga karena aku mengisi kebutuhan kehidupan manusia.
Aku membawa vitamin-vitamin terpenting. Pikirkanlah wortel, labu, jeruk, mangga dan pepaya.
Aku tidak ada dimana-mana setiap saat,
tetapi aku mengisi lazuardi saat fajar atau saat matahari terbenam.
Keindahanku begitu menakjubkan hingga tak seorangpun dari kalian
akan terbetik di pikiran orang."
MERAH tidak bisa diam lebih lama dan berteriak :
"Aku adalah Pemimpin kalian. Aku adalah darah - darah keh id upan!
Aku adalah warna bahaya dan keberanian.
Aku berani untuk bertempur demi suatu kuasa.
Aku membawa api ke dalam darah.
Tanpa aku, bumi akan kosong laksana bulan.
Aku adalah warna hasrat dan cinta, mawar merah, poinsentia dan bunga poppy."
UNGU bangkit dan berdiri setinggi-tingginya ia mampu :
Ia memang tinggi dan berbicara dengan keangkuhan.
"Aku adalah warna kerajaan dan kekuasaan.
Raja, Pemimpin dan para
Uskup memilih aku sebagai pertanda otoritas dan kebijaksanaan.
Tidak seorangpun menentangku. Mereka mendengarkan dan menuruti kehendakku."
Akhirnya NILA berbicara
lebih pelan dari yang
lainnya, namun dengan kekuatan niat yang sama :
"Pikirkanlah tentang aku. Aku warna diam.
Kalian jarang memperhatikan ada aku, namun tanpaku kalian semua menjadi dangkal.
Aku merepresentasikan pemikiran dan refleksi, matahari terbenam dan kedalaman laut.
Kalian membutuhkan aku untuk keseimbangan dan kontras, untuk doa dan ketentraman batin."
Jadi, semua warna terus menyombongkan diri,
masing-masing yakin akan superioritas dirinya.
Perdebatan mereka menjadi semakin keras.
Tiba-tiba, sinar halilitar melintas membutakan.
Guruh menggelegar.
Hujan mulai turun tanpa ampun.
Warna-warna bersedeku
bersama ketakutan, berdekatan satu sama lain mencari ketenangan.
Di tengah suara gemuruh, hujan berbicara :
"WARNA-WARNA TOLOL, kalian bertengkar satu sama lain,
masing-masing ingin mendominasi yang lain. T id akkah kalian
tahu bahwa kalian masing-masing diciptakan untuk tujuan khusus,
unik dan berbeda?
Berpegangan tanganlah dan mendekatlah kepadaku!"
Menuruti perintah, warna-warna berpegangan tangan mendekati
hujan, yang kemudian berkata :
"Mulai sekarang, setiap kali hujan mengguyur,
masing-masing dari kalian akan membusurkan diri sepanjang langit bagai
busur warna sebagai pengingat bahwa kalian semua dapat hidup bersama dalam kedamaian.
Pelangi adalah pertanda Harapan hari esok."
Jadi, setiap kali HUJAN deras menotok membasahi dunia, dan saat
Pelangi memunculkan diri di angkasa marilah kita
MENGINGAT untuk selalu
MENGHARGAI satu sama lain.
MASING-MASING KITA MEMPUNYAI SESUATU YANG UNIK
KITA SEMUA DIBERIKAN KELEBIHAN UNTUK MEMBUAT PERUBAHAN DI DUNIA
DAN SAAT KITA MENYADARI PEMBERIAN ITU, LEWAT KEKUATAN VISI KITA,
KITA MEMPEROLEH KEMAMPUAN UNTUK MEMBENTUK MASA DEPAN ....
Persahabatan itu bagaikan pelangi :
Merah bagaikan buah apel, terasa manis di dalamnya.
Jingga bagaikan kobaran api yang tak akan pernah padam.
Kuning bagaikan mentari yang menyinari hari-hari kita.
Hijau bagaikan tanaman yang tumbuh subur.
Biru bagaikan air jernih alami.
Ungu bagaikan kuntum bunga yang merekah.
Nila-lembayung bagaikan mimpi-mimpi yang mengisi kalbu.
Saturday, October 25, 2008
Life is A CHOICE and there are always CHOICES in LIFE
Dan bibit itu tumbuh, dan makin menjulang tinggi.
Bibit yang kedua bergumam, "Aku takut, jika kutamankan akarku ke dalam tanah ini, aku tidak tahu apa yang akan ku temui di bawah sana. Bukankah disana sangat gelap? Dan jika kuteroboskan tunasku keatas, bukankah nanti keindahan tunas – tunasku akan hilang? Tunasku ini pasti akan terkoyak".
"Apa yang akan terjadi jika tunasku terbuka, dan siput - siput mencoba untuk memakannya? Dan pasti,jika aku tumbuh dan merekah,semua anak kecil akan berusaha untuk mencabutku dari tanah. Tidak, akan lebih baik jika aku menunggu sampai semuanya aman".
Dan bibit itupun menunggu, dalam kesendirian.
Beberapa pekan kemudian, seekor ayam mengais tanah itu, dan menemukan bibit yang kedua tadi, dan mencaploknya segera.
Selalu saja ada pilihan dalam hidup. Selalu saja ada lakon – lakon yang harus kita jalani. Namun seringkali kita berada dalam kepesimisan, kengerian, keraguan, dan kebimbangan yang kita ciptakan sendiri. Kita kerap terbuai dengan alasan – alasan untuk tidak mau melangkah, tak mau menatap hidup. Hidup adalah pilihan maka hadapilah dengan gagah. Apa yang kau pilih hari ini akan menentukan hidup mu untuk esok hari. Maka pililah dengan bijak.
Give Thanks for ALL the Thing happen in Your LIFE
Saya Bersyukur
Untuk Istri
Yang memberiku makanan yang sama dengan malam kemarin
Karena Istriku DIRUMAH malam ini, dan TIDAK bersama orang lain ...
BERSYUKUR UNTUK SUAMI
Yang duduk bermalasan di Sofa
Sambil baca koran males-malesan,
Karena doi bersama aku dirumah
dan Tidak keluyuran .. apalagi ke Bar malem ini.
Bersyukur untuk anakku
Yang selalu PROTES dirumah
Karena artinya .... dia sedang dirumah
dan TIDAK sedang keluyuran di jalanan
BERSYUKUR untuk Pajak yang saya bayar
karena artinya ...
Saya bekerja ... atau Punya penghasilan ...
BERSYUKUR untuk rumah yang berantakan.. .
Karena artinya saya masih punya kesempatan
melayani orang-orang yang mengasihi saya ...
BERSYUKUR untuk baju yang mulai kesempitan
karena artinya ...
Saya bisa lebih dari cukup untuk makan ...
BERSYUKUR pada Bayangan yang mengikutiku
Karena artinya ...
Aku tidak disilaukan oleh Matahari ...
BERSYUKUR untuk Kebun yang harus dirapikan dan perkara yang harus dibetulkan dirumah .. !!
Karena artinya ... saya punya Rumah !!!
BERSYUKUR akan berita orang yang lagi DEMO .
karena artinya
Kiat masih PUNYA kebebasan untuk berbicara
BERSYUKUR untuk dapat tempat parkir yang paling jauh ...
Karena artinya saya masih bisa berjalan kaki .
dan diberkati dengan kendaraan yang saya bisa bawa ...
BERSYUKUR untuk Cucian ...
Karena artinya ... saya punya baju yang bisa dipakai ...
BERSYUKUR karena kepenatan dan kelelahan kerja setiap h ari ...
karena artinya ... SAYA mampu bekerja keras setiap hari ...
BERSYUKUR mendengar Alarm yang mengganggu di pagi hari ...
Karena artinya ... SAYA MASIH HIDUP ..
AKHIRNYA ... BERSYUKUR dengan banyaknya E-mail yang masuk ..
KARENA ARTINYA SAYA MASIH PUNYA ANDA YANG MEMPERHATIKAN SAYA.. !!
Hiduplah, Tertawalah, & Kasihi sesama dengan seluruh HATIMU .. !!
.
PELANGI Perjalanan Langkah & Inspirasi
Meninggalkan pekerjaan, hubungan, dan berhenti hidup.
Ia lalu pergi ke hutan untuk bicara yang terakhir kalinya dengan Tuhan Sang Maha Pencipta.
"Tuhan," katanya. "Apakah Tuhan bisa memberi saya satu alasan yang baik
untuk jangan berhenti hidup dan menyerah ?"
Jawaban Tuhan sangat mengejutkan.
"Coba lihat ke sekitarmu. Apakah kamu melihat pakis dan bambu ?".
"Ya," jawab pria itu.
"Ketika menanam benih pakis dan benih bambu, Aku merawat keduanya secara sangat baik.
Aku memberi keduanya cahaya. Memberikan air. Pakis tumbuh cepat di bumi.
Daunnya yang hijau segar menutupi permukaan tanah hutan.
Sementara itu, benih bambu tidak menghasilkan apapun.
Tapi Aku tidak menyerah.
"Pada tahun kedua, pakis tumbuh makin subur dan banyak,
tapi belum ada juga yang muncul dari benih bambu.
Tapi Aku tidak menyerah.
"Di tahun ketiga, benih bambu belum juga memunculkan sesuatu.
Tapi Aku tidak menyerah.
Di tahun ke-4, masih juga belum ada apapun dari benih bambu.
Aku tidak menyerah," kataNya.
"Di tahun kelima, muncul sebuah tunas kecil.
Dibanding dengan pohon pakis, tunas itu tampak kecil dan tidak bermakna.
Tapi 6 bulan kemudian, bambu itu menjulang sampai 100 kaki.
Untuk menumbuhkan akar itu perlu waktu 5 tahun.
Akar ini membuat bambu kuat dan memberi apa yang diperlukan bambu untuk bertahan hidup.
Aku tak akan memberi cobaan yang tak sangup diatasi ciptaan-Ku, "kata Tuhan kepada pria itu.
"Tahukah kamu, anak-Ku, di saat menghadapi semua kesulitan dan perjuangan berat ini,
kamu sebenarnya menumbuhkan akar-akar?"
"Aku tidak meninggalkan bambu itu. Aku juga tak akan meninggalkanmu."
"Jangan membandingkan diri sendiri dengan orang lain," kata Tuhan.
"Bambu mempunyai tujuan yang beda dengan pakis. Tapi keduanya membuat hutan menjadi indah."
"Waktumu akan datang. Kamu akan menanjak dan menjulang tinggi."
"Saya akan menjulang setinggi apa ?" tanya pria itu.
"Setinggi apa pohon bambu bisa menjulang?" tanya Tuhan
"Setinggi yang bisa dicapainya," jawab pria itu.
"Ya, benar! Agungkan dan muliakan nama-Ku dengan menjadi yang terbaik,
meraih yang tertinggi sesuai kemampuanmu," kata Tuhan.
Pria itu lalu meninggalkan hutan dan mengisahkan pengalaman hidup yang berharga ini.
GBU
Friday, October 24, 2008
Who I Am Makes A Difference
She called each student to the front of the class one at a time. First, she told each of them how they had made a difference to her, and the class.
Then she presented each of them with a blue ribbon, imprinted with gold letters, which read, "Who I Am Makes a Difference."
Afterwards, the teacher decided to do a class project, to see what kind of impact recognition would have on a Community.
She gave each student three more blue ribbons, and instructed them to go out and spread this acknowledgment ceremony. Then they were to follow up on the results, see who honored whom, and report to the class in about a week.
One of he boys in the class went to a junior executive in a nearby company, and honored him for helping him with his career planning. He gave him a blue ribbon, and put it on his shirt.
Then he gave him two extra ribbons and said "We're doing a class project on recognition, and we'd like for you to go out, find someone to honor, and give them a blue ribbon.
Later that day, the junior executive went in to see his boss, who had a reputation of being kind of a grouchy fellow. He told him that he deeply admired him for being a creative genius.
The boss seemed very surprised. The junior executive asked him if he would accept the gift of the blue ribbon, and give him permission to put it on him.
HIs boss said, "Well, sure." the junior executive took one of the blue ribbons and placed it right ion his boss's jacket, above his heart.
And then he asked, offering him the last ribbon, "Would you take this extra ribbon, and pass it on by honoring somebody else.
The teenager who gave me these is doing a school project, and we want to keep this ribbon ceremony going and see how it affects people."
That night, the boss came home and sat down with his 14-year-old son. He said, "The most incredible thing happened to me today. I was in my office, and one of my employees came in and told me he admired me, and gave me a blue ribbon for being a creative genius.
Imagine! He thinks I am a creative genius! Then he put a blue ribbon on me that says, "Who I Am Makes a Difference."
He gave me an extra ribbon and asked me to find somebody else to honor. As I was driving home tonight, I started thinking about who I would honor with this ribbon, and i thought about you. I want to honor you.
My days are hectic and when I come home, I don't pay a lot of attention to you. I yell at you for not getting good enough grades and for your messy bedroom.
Somehow, tonight, i just wanted to sit here and, well, just let you know that you do make a difference to me.
Besides your mother, you are the most important person in my life. You're a great kid, and I love you!"
The startled boy started to sob and sob, and he couldn't stop crying. His whole body shook.
He looked up at his father and said through his tears, "Dad, earlier tonight I sat in my room and wrote a letter to you and Mom, explaining why I had took my life, and asked you to forgive me. I was going to commit suicide tonight after you were asleep. I just didn't think that you cared at all. The letter is upstairs. I don't think I'll need it after all."
His father walked upstairs and found a heartfelt letter full of anguish and pain.
The boss went back to work a changed man. He was no longer a grouch, but made sure to let all of his employees know that they made a difference.
The junior executive helped many other young people with career planning, one being the boss' son, and never forgot to let them know that they made a difference in his life.
In addition, the young man and his classmates learned a valuable lesson:
"Who you are DOES make a difference."
Please know that I think you are important, or you would not have received this in the first place.
Who you are does make a difference and I wanted you to know that.
I'm passing the blue ribbon to you.
Have an awesome day, and know that someone has thought about you today!
And the young boy and his classmates learned a valuable lesson.
Who you are DOES make a difference.
If you have anyone who means a lot to you, I encourage you to tell him or her this message and let them know. You never know what kind of difference a little encouragement can make to a person.