Monday, October 27, 2008

Balance Sheet of Life


49414e92.jpg

Our Birth is our Opening Balance!

Our Death is our Closing Balance!

Our Prejudiced Views are our Liabilities

Our Creative Ideas are our Assets

Heart is our Current Asset

Soul is our Fixed Asset

Brain is our Fixed Deposit

Thinking is our Current Account

Achievements are our Capital

Character & Morals, our Stock-in-Trade

Friends are our General Reserves

Values & Behaviour are our Goodwill

Patience is our Interest Earned

Love is our Dividend

Children are our Bonus Issues

Education is Brands / Patents

Knowledge is our Investment

Experience is our Premium Account

The Aim is to Tally the Balance Sheet Accurately.

The Goal is to get the Best Presented Accounts Award.




Some very Good and Very bad things ...


The most destructive habit....... ......... ......Worry

The greatest Joy......... ......... ......... ....Giving

The greatest loss.......Loss of self-respect

The most satisfying work........ .......Helping others

The ugliest personality trait....... ......Selfishness

The most endangered species..... ....Dedicated leaders

Our greatest natural resource.... ......... ..Our youth

The greatest 'shot in the arm'........ ..Encouragement

The greatest problem to overcome.... ......... ....Fear

The most effective sleeping pill........ Peace of mind

The most crippling failure disease..... .......Excuses

The most powerful force in life........ ......... ..Love

The most dangerous pariah...... .. A gossip

The world's most incredible computer.... ....The brain

The worst thing to be without..... ......... ..... Hope

The deadliest weapon...... ......... ........The tongue

The two most power-filled words....... ......... 'I Can'

The greatest asset....... ......... ......... ......Faith

The most worthless emotion..... ......... ....Self- pity

The most beautiful attire...... ......... .......SMILE!

The most prized possession.. ......... .....Integrity

The most powerful channel of communication. ....Prayer

The most contagious spirit...... ......... ...Enthusiasm

The most important thing in life........ ......... .GOD

Sunday, October 26, 2008

People Come Into Your Life for a Reason



People come into your life for a reason, a season or a lifetime. When you know which one it is, you will know what to do for that person. When someone is in your life for a REASON, it is usually to meet a need you have expressed. They have come to assist you through a difficulty, to provide you with guidance and support, to aid you physically, emotionally or spiritually. They may seem like a godsend and they are. They are there for the reason you need them to be. Then, without any wrongdoing on your part or at an inconvenient time, this person will say or do something to bring the relationship to an end. Sometimes they die. Sometimes they walk away. Sometimes they act up and force you to take a stand. What we must realize is that our need has been met, our desire fulfilled, their work is done. The prayer you sent up has been answered and now it is time to move on.



Some people come into your life for a SEASON, because your turn has come to share, grow or learn. They bring you an experience of peace or make you laugh. They may teach you something you have never done. They usually give you an unbelievable amount of joy. Believe it, it is real. But only for a season.!



LIFETIME relationships teach you lifetime lessons, things you must build upon in order to have a solid emotional foundation. Your job is to accept the lesson, love the person and put what you have learned to use in all other relationships and areas of your life. It is said that love is blind but friendship is clairvoyant.



Thank you for being a part of my life, whether you were a reason, a season or a lifetime.


CoLoUrS of FriendShip


Di suatu masa warna-warna dunia mulai bertengkar
Semua menganggap dirinyalah yang terbaik
yang paling penting
yang paling bermanfaat
yang paling disukai

HIJAU berkata:"Jelas akulah yang terpenting.
Aku adalah pertanda kehidupan dan harapan.
Aku dipilih untuk mewarnai rerumputan, pepohonan dan dedaunan.
Tanpa aku, semua hewan akan mati.
Lihatlah ke pedesaan, aku adalah warna mayoritas ...."

BIRU menginterupsi :

"Kamu hanya berpikir tentang bumi,
pertimbangkanlah langit dan samudra luas.
Airlah yang menjadi dasar kehidupan dan
awan mengambil kekuatan dari kedalaman lautan.
Langit memberikan ruang dan kedamaian dan ketenangan.
Tanpa kedamaian, kamu semua tidak akan menjadi apa-apa"

KUNING cekikikan :
"Kalian semua serius amat sih?
Aku membawa tawa, kesenangan dan kehangatan bagi dunia.
Matahari berwarna kuning, dan bintang-bintang berwarna kuning.
Setiap kali kau melihat bunga matahari, seluruh dunia mulai tersenyum.
Tanpa aku, dunia tidak ada kesenangan."


ORANYE menyusul dengan meniupkan trompetnya :
"Aku adalah warna kesehatan dan kekuatan.
Aku jarang, tetapi aku berharga karena aku mengisi kebutuhan kehidupan manusia.
Aku membawa vitamin-vitamin terpenting. Pikirkanlah wortel, labu, jeruk, mangga dan pepaya.
Aku tidak ada dimana-mana setiap saat,
tetapi aku mengisi lazuardi saat fajar atau saat matahari terbenam.
Keindahanku begitu menakjubkan hingga tak seorangpun dari kalian
akan terbetik di pikiran orang."

MERAH tidak bisa diam lebih lama dan berteriak :
"Aku adalah Pemimpin kalian. Aku adalah darah - darah keh id upan!
Aku adalah warna bahaya dan keberanian.
Aku berani untuk bertempur demi suatu kuasa.
Aku membawa api ke dalam darah.
Tanpa aku, bumi akan kosong laksana bulan.
Aku adalah warna hasrat dan cinta, mawar merah, poinsentia dan bunga poppy."

UNGU bangkit dan berdiri setinggi-tingginya ia mampu :
Ia memang tinggi dan berbicara dengan keangkuhan.
"Aku adalah warna kerajaan dan kekuasaan.
Raja, Pemimpin dan para

Uskup memilih aku sebagai pertanda otoritas dan kebijaksanaan.
Tidak seorangpun menentangku. Mereka mendengarkan dan menuruti kehendakku."

Akhirnya NILA berbicara
lebih pelan dari yang
lainnya, namun dengan kekuatan niat yang sama :
"Pikirkanlah tentang aku. Aku warna diam.
Kalian jarang memperhatikan ada aku, namun tanpaku kalian semua menjadi dangkal.
Aku merepresentasikan pemikiran dan refleksi, matahari terbenam dan kedalaman laut.
Kalian membutuhkan aku untuk keseimbangan dan kontras, untuk doa dan ketentraman batin."

Jadi, semua warna terus menyombongkan diri,
masing-masing yakin akan superioritas dirinya.
Perdebatan mereka menjadi semakin keras.
Tiba-tiba, sinar halilitar melintas membutakan.
Guruh menggelegar.
Hujan mulai turun tanpa ampun.
Warna-warna bersedeku
bersama ketakutan, berdekatan satu sama lain mencari ketenangan.

18fdfa.jpg

Di tengah suara gemuruh, hujan berbicara :
"WARNA-WARNA TOLOL, kalian bertengkar satu sama lain,
masing-masing ingin mendominasi yang lain. T id akkah kalian
tahu bahwa kalian masing-masing diciptakan untuk tujuan khusus,
unik dan berbeda?
Berpegangan tanganlah dan mendekatlah kepadaku!"
Menuruti perintah, warna-warna berpegangan tangan mendekati
hujan, yang kemudian berkata :

"Mulai sekarang, setiap kali hujan mengguyur,
masing-masing dari kalian akan membusurkan diri sepanjang langit bagai
busur warna sebagai pengingat bahwa kalian semua dapat hidup bersama dalam kedamaian.



Pelangi adalah pertanda Harapan hari esok."
Jadi, setiap kali HUJAN deras menotok membasahi dunia, dan saat
Pelangi memunculkan diri di angkasa marilah kita
MENGINGAT untuk selalu
MENGHARGAI satu sama lain.
MASING-MASING KITA MEMPUNYAI SESUATU YANG UNIK
KITA SEMUA DIBERIKAN KELEBIHAN UNTUK MEMBUAT PERUBAHAN DI DUNIA
DAN SAAT KITA MENYADARI PEMBERIAN ITU, LEWAT KEKUATAN VISI KITA,
KITA MEMPEROLEH KEMAMPUAN UNTUK MEMBENTUK MASA DEPAN ....


Persahabatan itu bagaikan pelangi :
Merah bagaikan buah apel, terasa manis di dalamnya.
Jingga bagaikan kobaran api yang tak akan pernah padam.
Kuning bagaikan mentari yang menyinari hari-hari kita.
Hijau bagaikan tanaman yang tumbuh subur.
Biru bagaikan air jernih alami.
Ungu bagaikan kuntum bunga yang merekah.
Nila-lembayung bagaikan mimpi-mimpi yang mengisi kalbu.

Saturday, October 25, 2008

Life is A CHOICE and there are always CHOICES in LIFE



Ada 2 buah bibit tanaman yang terhampar disebuah ladang yang subur. Bibit yang pertama berkata, "Aku ingin tumbuh besar . Aku ingin menjejakkan akarku dalam – dalam di tanah ini, dan mejulangkan tunas – tunasku keatas kerasnya tanah ini. Aku ingin membentangkan semua tunasku, untuk menyampaikan salam musim semi. Aku ingin merasakan kehangatan sinar matahari, dan kelembutan embun pagi di pucuk -pucuk daunku".

Dan bibit itu tumbuh, dan makin menjulang tinggi.

Bibit yang kedua bergumam, "Aku takut, jika kutamankan akarku ke dalam tanah ini, aku tidak tahu apa yang akan ku temui di bawah sana. Bukankah disana sangat gelap? Dan jika kuteroboskan tunasku keatas, bukankah nanti keindahan tunas – tunasku akan hilang? Tunasku ini pasti akan terkoyak".

"Apa yang akan terjadi jika tunasku terbuka, dan siput - siput mencoba untuk memakannya? Dan pasti,jika aku tumbuh dan merekah,semua anak kecil akan berusaha untuk mencabutku dari tanah. Tidak, akan lebih baik jika aku menunggu sampai semuanya aman".

Dan bibit itupun menunggu, dalam kesendirian.

Beberapa pekan kemudian, seekor ayam mengais tanah itu, dan menemukan bibit yang kedua tadi, dan mencaploknya segera.



Selalu saja ada pilihan dalam hidup. Selalu saja ada lakon – lakon yang harus kita jalani. Namun seringkali kita berada dalam kepesimisan, kengerian, keraguan, dan kebimbangan yang kita ciptakan sendiri. Kita kerap terbuai dengan alasan – alasan untuk tidak mau melangkah, tak mau menatap hidup. Hidup adalah pilihan maka hadapilah dengan gagah. Apa yang kau pilih hari ini akan menentukan hidup mu untuk esok hari. Maka pililah dengan bijak.

Give Thanks for ALL the Thing happen in Your LIFE

Saya Bersyukur

Untuk Istri
Yang memberiku makanan yang sama dengan malam kemarin
Karena Istriku DIRUMAH malam ini
, dan TIDAK bersama orang lain ...


BERSYUKUR UNTUK SUAMI

Yang duduk bermalasan di Sofa
Sambil baca koran males-malesan
,
Karena doi bersama aku dirumah
dan Tidak keluyuran .. apalagi ke Bar malem ini
.



Bersyukur untuk anakku

Yang selalu PROTES dirumah
Karena artinya .... dia sedang dirumah

dan TIDAK sedang keluyuran di jalanan



BERSYUKUR untuk Pajak yang saya bayar

karena artinya ...
Saya bekerja ... atau Punya penghasilan ...



BERSYUKUR untuk rumah yang berantakan.. .

Karena artinya saya masih punya kesempatan
melayani orang-orang yang mengasihi saya ...



BERSYUKUR untuk baju yang mulai kesempitan

karena artinya ...
Saya bisa lebih dari cukup untuk makan ...



BERSYUKUR pada Bayangan yang mengikutiku

Karena artinya ...
Aku tidak disilaukan oleh Matahari ...



BERSYUKUR untuk Kebun yang harus dirapikan dan perkara yang harus dibetulkan dirumah .. !!


Karena artinya ... saya punya Rumah !!!


BERSYUKUR akan berita orang yang lagi DEMO .

karena artinya
Kiat masih PUNYA kebebasan untuk berbicara


BERSYUKUR untuk dapat tempat parkir yang paling jauh ...

Karena artinya saya masih bisa berjalan kaki .
dan diberkati dengan kendaraan yang saya bisa bawa ...


BERSYUKUR untuk Cucian ...

Karena artinya ... saya punya baju yang bisa dipakai ...



BERSYUKUR karena kepenatan dan kelelahan kerja setiap h ari ...

karena artinya ... SAYA mampu bekerja keras setiap hari ...



BERSYUKUR mendengar Alarm yang mengganggu di pagi hari ...

Karena artinya ... SAYA MASIH HIDUP ..



AKHIRNYA ... BERSYUKUR dengan banyaknya E-mail yang masuk ..

KARENA ARTINYA SAYA MASIH PUNYA ANDA YANG MEMPERHATIKAN SAYA.. !!


Hiduplah, Tertawalah, & Kasihi sesama dengan seluruh HATIMU .. !!

.

PELANGI Perjalanan Langkah & Inspirasi

Alkisah, tersebutlah seorang pria yang putus asa dan ingin meninggalkan segalanya.
Meninggalkan pekerjaan, hubungan, dan berhenti hidup.
Ia lalu pergi ke hutan untuk bicara yang terakhir kalinya dengan Tuhan Sang Maha Pencipta.


"Tuhan," katanya. "Apakah Tuhan bisa memberi saya satu alasan yang baik
untuk jangan berhenti hidup dan menyerah ?"


Jawaban Tuhan sangat mengejutkan.




"Coba lihat ke sekitarmu. Apakah kamu melihat pakis dan bambu ?".



"Ya," jawab pria itu.


"Ketika menanam benih pakis dan benih bambu, Aku merawat keduanya secara sangat baik.
Aku memberi keduanya cahaya. Memberikan air. Pakis tumbuh cepat di bumi.
Daunnya yang hijau segar menutupi permukaan tanah hutan.
Sementara itu, benih bambu tidak menghasilkan apapun.
Tapi Aku tidak menyerah.


"Pada tahun kedua, pakis tumbuh makin subur dan banyak,
tapi belum ada juga yang muncul dari benih bambu.
Tapi Aku tidak menyerah.


"Di tahun ketiga, benih bambu belum juga memunculkan sesuatu.
Tapi Aku tidak menyerah.


Di tahun ke-4, masih juga belum ada apapun dari benih bambu.
Aku tidak menyerah," kataNya.


"Di tahun kelima, muncul sebuah tunas kecil.
Dibanding dengan pohon pakis, tunas itu tampak kecil dan tidak bermakna.
Tapi 6 bulan kemudian, bambu itu menjulang sampai 100 kaki.
Untuk menumbuhkan akar itu perlu waktu 5 tahun.
Akar ini membuat bambu kuat dan memberi apa yang diperlukan bambu untuk bertahan hidup.


Aku tak akan memberi cobaan yang tak sangup diatasi ciptaan-Ku, "kata Tuhan kepada pria itu.


"Tahukah kamu, anak-Ku, di saat menghadapi semua kesulitan dan perjuangan berat ini,
kamu sebenarnya menumbuhkan akar-akar?"


"Aku tidak meninggalkan bambu itu. Aku juga tak akan meninggalkanmu."


"Jangan membandingkan diri sendiri dengan orang lain," kata Tuhan.

"Bambu mempunyai tujuan yang beda dengan pakis. Tapi keduanya membuat hutan menjadi indah."


"Waktumu akan datang. Kamu akan menanjak dan menjulang tinggi."


"Saya akan menjulang setinggi apa ?" tanya pria itu.


"Setinggi apa pohon bambu bisa menjulang?" tanya Tuhan


"Setinggi yang bisa dicapainya," jawab pria itu.


"Ya, benar! Agungkan dan muliakan nama-Ku dengan menjadi yang terbaik,
meraih yang tertinggi sesuai kemampuanmu," kata Tuhan.


Pria itu lalu meninggalkan hutan dan mengisahkan pengalaman hidup yang berharga ini.

GBU